Minggu, 06 November 2011
Kisah Sarjana Manajemen dan Copet Jalanan
Judul : Alangkah Lucunya (negeri ini)
Produser : Deddy Mizwar
It's not easy to get a proper job after you graduate from university in an instant. Itulah yang terjadi oleh Muluk, pemeran utama dalam film yang diproduseri oleh Deddy Mizwar ini. Sudah dua tahun Muluk mencari pekerjaan dari perusahaan demi perusahaan namun apa yang terjadi perusahaan demi perusahaan menolaknya. Melihat seorang pencopet yang ditemuinya di pasar, membuat Muluk mempunyai ide yang gila. Dia menawarkan untuk mengelola manajemen keuangan dalam geng copet tersebut. Dari situlah cerita Muluk dan geng copet tersebut dimulai.
Tidak pernah dalam bayangan Muluk untuk memberi pendidikan pada pencopet-pencopet cilik itu pada mulanya, sampai Muluk mulai mengenal pencopet itu sedikit demi sedikit. Dengan bantuan dari Samsul, sarjana pendidikan yang menganggur dan hobi main gaple, dan Pipit, sarjana pengganguran dan hobi mengikuti kuis di TV, ini Muluk memulai kegiatannya untuk mulai mendidik para pencopet, mulai dari mengajari mereka membaca, menulis, serta melaksanakan ibadah.
Mendengar anak-anaknya mendapat pekerjaan di bagian SDM, Haji Rahmat dan Pak Makbul senang dan mulai penasaran bagaimanakah lingkungan pekerjaan anak-anaknya itu. Akhirnya, dengan persetujuan Pipit, mereka bersama Haji Sarbini berangkat menuju tempat kerja alias markas dari geng pencopet. Tentu saja, orang tua mana yang tidak kaget kalau melihat anak-anaknya bekerja dengan pencopet, apalagi mendapat penghasilan yang berasal dari uang copet. Akhirnya, Muluk dan Pipit dilarang untuk melakukan pekerjaan itu lagi.
Muluk akhirnya memutuskan untuk berhenti sebagai pengelola manajemen para pencopet, meskipun para pencopet tersebut mulai menjalani debutnya sebagai pengasong. Jarot, bos dari geng pencopet marah dan kecewa kepada anak buahnya, karena tidak ada lagi yang bersedia mengajari mereka macam-macam.
Adegan dalam film ini ditutup ketika Muluk sedang belajar untuk mengendarai mobil, karena bila ia bisa mengendarai mobil dia memiliki nilai plus dalam melamar pekerjaan, ia bertemu dengan Glen yang sedang dikejar massa akibat ketahuan mencopet. Ketika sedang macet, Muluk juga bertemu dengan Komet dan kawan-kawan yang sedang mengasong. Muluk bangga sekali melihat Komet dkk sedang mengasong hingga adanya razia oleh petugas penertiban jalan. Muluk berusaha untuk membela Komet dan kawan-kawan agar mereka tidak tertangkap. Namun yang terjadi adalah Muluk ditangkap karena membela mereka. Melihat Muluk yang dibawa oleh petugas ketertiban, Komet dan kawan-kawan lari mengejar Muluk sambil menangis. Muluk yang melihat mereka dari jauh hanya tersenyum dan tetap memberi semangat untuk Komet dkk.
Deddy Mizwar mencoba mengemas film ini agar kita mengetahui dan belajar dari kehidupan. Hidup kita ini tidak hanya ada untuk kita sendiri, melainkan ada untuk orang lain. Dengan kemasan yang apik dan bermanfaat, film ini cukup menyukseskan perfilm-an Indonesia, namun banyak juga film Indonesia yang tidak sesuai harapan.
Jika berbicara tentang film buatan Indonesia, pikiran kita hanya terarah pada horor lokal yang dibubuhi dengan "sedikit" adegan porno, jika tidak adalah sebuah film yang menurut pikiran kita dibayangi pertanyaan " penting nggak sih aku nonton film ini?". Film layaknya Alangkah Lucunya (negeri ini), Laskar Pelangi dan yang lainnya lah yang patut ditayangkan di seluruh penjuru negeri terutama memberi pendidikan pada anak-anak kecil. Oleh karena itu, majulah terus perfilman Indonesia! Beri kami film yang berbobot dan bermakna!



0 komentar:
Posting Komentar