Surabaya, ibukota provinsi Jawa Timur, yang merupakan salah satu dari kota terbesar di Indonesia ternyata juga merupakan salah satu dari kota pemilik Internet paling Lambat se-dunia. Pando Networks, sebuah lembaga survey internet internasional, telah men-survey kecepatan internet yang ada di dunia. Dengan kecepatan rata-rata sebesar 72 KBps, Surabaya termasuk salah satu dari kota dengan koneksi internet paling lambat se-dunia.
Bayangkan. Mungkin bagi kita kecepatan rata-rata seperti itu sudah lumayan, terutama bagi pengguna warnet, mendapat kecepatan sebesar 50 KBps saja sudah untung-untungan bagi mereka. Tetapi, di luar Indonesia banyak negara yang memiliki kecepatan koneksi internet yang berpuluh kali lipat ketimbang kecepatan koneksi internet Surabaya.
Menurut survey yang dilakukan Pando Networks, Korea Selatan merupakan negara yang memiliki kecepatan rata-rata akses internet tertinggi di dunia yaitu sebesar 2.202 KBps. Lalu diikuti oleh negara-negara lain seperti Rumania (1.909 KBps), Bulgaria (1.611 KBps), Lithuania (1.462 KBps), Latvia (1.377 KBps), Jepang (1.364 KBps), Swedia (1.234 KBps), Ukraina (1.190 KBps), Denmark (1.020 KBps), dan Hong Kong (992 KBps).
Sedangkan negara-negara yang memiliki akses internet dengan kecepatan rata-rata terlambat antara lain Aljazair, Brazil, Bolivia, Venezuela, Republik Demokratik Kongo, Republik Afrika Tengah, dan Komoro.
Robert Levitan, Chief Executive Pando Network, mengatakan survey ini dilakukan pada 27 juta pengunduhan file di internet dari 20 juta computer di 224 negara selama bulan Januari hingga bulan Juni 2011.
Hal ini diakibatkan oleh beberapa hal yang antara lain :
1. Jaringan lokal yang belum memenuhi kebutuhan yang ada
2. adanya traffic internet dari backbone hingga ke komputer yang digunakan
3. adanya sharing yang dilakukan dan beberapa tambahan delay yang terjadi.
4. tidak adanya gateway internasional di Surabaya.
5. Banyaknya penggunaan konten-konten laris seperti Facebook dan Twitter yang tidak pada servernya.


0 komentar:
Posting Komentar