Pada tanggal 21 Oktober 2011, di ruang TC 103 - 104 Gedung FTIF ITS terdapat Kuliah Tamu dengan judul "Menulis Populer" dengan pembicara bapak Rudi Santoso, yang merupakan wartawan dari Media Surabaya. Beliau mengatakan bahwa adanya niat menulis biasanya diawali ketika kita telah membaca suatu buku. Terbesit di pikiran kita, ide-ide brilian yang merupakan sumber untuk menulis. Hal itu merupakan titik awal dari karya tulis tersebut.
Bapak Rudi Santoso ini juga memberikan aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam menuliskan sebuah tulisan. Aspek-aspek tersebut adalah :
1. Sederhana
Maksud dari aspek ini adalah tulisan harus menggunakan
> paragraf yang sederhana
> kalimat baku dengan maksimal 15 kata setiap kalimat
> gunakan rumus SPOL
> gunakan struktur tulisan : problem - solusi dan sebab-akibat
> Jangan menggunakan istilah yang kurang dipahami oleh pembaca apalagi
pembaca yang universal
2. Orientasi pembaca
Orientasi pembaca sangat diperlukan dalam penentuan tulisan kita. Sehingga kita harus memperhatikan hal-hal berikut :
> Berempati - kita harus tahu betul siapa pembaca tulisan kita.
> Tulisan harus mudah dipahami oleh pambaca
> Jangan "menyiksa" pembaca, contohnya dengan kalimat yang berbleiy-belit
> Pahami bahwa pembaca sangat beragam
> Bereksperimen kecil, untuk mengetahui sampai dimana orang lain paham dengan tulisan kita, hal ini bisa kita contohkan dengan memberi contoh tulisan kita ke orang terdekat.
> Jangan egois, ikuti arus, namun tetap punya idealisme agar penulis itu mempunyai corak.
3. Hindari istilah asing
Istilah asing mungkin merupakan sesuatu yang tidak bisa jauh dari kita. Tetapi, istilah asing ini juga dapat menjebak kita dalam karya tulis kita. Hal yang harus diperhatikan adalah
> Gunakan istilah yang populer
istilah yang populer akan lebih mudah dipahami oleh pembaca karena istilah tersebut tidak asing lagi didengar oleh pembaca.
> Reliable dan rasional
> Jangan bersembunyi di balik istilah asing
Maksudnya, kita kadang menutupi kekurangan kita melalui kalimat-kalimat asing.
> Menggunakan banyak istilah asing akan "menyiksa" pembaca
Stop menggunakan istilah asing terlalu berlebihan! Hal ini dapat membuat pembaca menjadi bingung.
4. Hindari jargon, singkatan dan akronim
> Penggunaan yang berlebihan bisa menghambat proses komunikasi yang sedang berlangsung
> Jargon biasa digunakan untuk “persembunyian” kejahatan
5. Spesifik dan kongkrit
> Penggunaan akronim dan jargon membiasakan isi tulisan
6. Detil dan Relevan
> Rinci dan detil
> Tetap menggunakan bahasa yan mudah dipahami
> Hindarkan hal-hal yang tidak masuk akal
> Sederhanakan angka : pembaca tidak biasa membaca angka2.
> Buat pembaca berimajinasi membaca tulisan kita
Dalam kuliah tamu ini, Bapak Rudi juga memberikan Tips-tips singkat dalam menulis opini.
1. Buatlah kerangka tulisan, dimana kerangka tulisan ini akan memandu kita untuk menuliskan apa yang ingin kita tulis. Kerangka tulisan tidak harus banyak, cukup poin-poinnya saja.
2. Kenali gaya selingkung media, seperti tata bahasa dan gaya bahasa yang digunakan oleh media yang kita tuju. Misal kompas : tata bahasa berat, baku, dan berbobot
3. Buatlah judul yang agitatif (mempengaruhi) dan bersifat positif
4. Sertakan data sederhana sebagai pendukung
5. Masukan kutipan isi singkat dari tokoh yang menulis hal serupa di media beberapa hari sebelumnya
6. Berikan data anda yang sedikit menjual.
Alangkah baiknya apabila kita memiliki kebiasaan menulis, dimana tulisan yang kita tulis tersebut berbobot, menggunakan bahasa yang sederhana dan bersifat sharing serta tidak terlalu banyak link dalam tulisan kita.
Apabila blog kita ingin dibaca orang selain mementingkan aspek tulisan, akan lebih baik jika diberi tampilan yang menarik, seperti terdapat logo ITS dan logo jurusan Sistem Informasi.
Usahakan kita selalu memuaskan pengunjung blog kita, karena ketika 1 orang kecewa mereka akan membicarakan kekecewaan mereka selama 7 kali kepada berpuluh-puluh hingga beratus-ratus orang.


0 komentar:
Posting Komentar