Suara ramai langkah derak kecil para siswa membangunkan pagi kemarin. Ya kemarin, sekitar pukul 8 pagi mereka dengan ribut dan riangnya memamerkan kostum mereka. Berbagai macam kostum baju adat dan baju profesi mereka kenakan. Tidak heran mereka begitu bangga dengan penampilan mereka yang cantik dan tampan. Wajah-wajah polos itu menampakkan senyumnya dan tawa riangnya di tengah teriknya mentari pagi.
Takterasa senyumku pun berkembang melihat pemandangan yang jarang sekali kulihat, apalagi di era modern seperti ini. Teringat di benakku sepuluh tahun lalu, tidak bahkan 13 tahun yang lalu. Aku ingat sekali aku mengenakan pakaian adat yang unik dan dengan bangga memamerkannya di depan banyak orang. Dengan riasan make up tebal, dan baju adat jawa yang khas aku berjalan mengitari komplek perumahan untuk unjuk gigi. That was fun enough.
Sekarang aku berkaca, hal itu tidak mungkin kulakukan sekarang, ya aku sudah besar dan kesempatanku memakai kebaya hanya ketika acara-acara eventual besar seperti pernikahan saudara, wisuda, atau apa punlah itu. Itu dulu. Saat ini apa yang harus kulakukan untuk menghargai jasanya? Ya, jasa seorang wanita yang sangat sangat sangat hebat, bahkan Ibu Megawati pun belum tentu menjadi presiden dulu kalau sosok ini tidak membela para wanita. Ya, itulah sosok Ibu R.A Kartini. Sosok yang dikagumi seluruh wanita Indonesia. Sosok yang memberikan kebebasan kami untuk berpendapat, belajar setinggi-tingginya, dan berani menjadi sosok pemimpin.
Terima kasih, Ibu Kartini. Jasamu mungkin tidak bisa kubalas hanya dengan kata "Terima Kasih" tetapi aku bisa berkata bahwa semua usahamu itu membuka mata kami sebagai wanita untuk terus maju dan mengembangkan negeri ini bersama dengan para lelaki pendamping kami. Kami mendampingi mereka, dan kami memberi saran kepada mereka, untuk Tanah Air yang lebih indah dan makmur, untuk Bangsa yang berani dan tentram, untuk Indonesia milik kita bersama.
Selamat Hari Kartini, wanita se-Indonesia. Semoga bersama-sama kita bisa memanfaatkan emansipasi yang diperjuangkan oleh Ibu Kartini. Semoga kita tidak menyia-nyiakan kesempatan-kesempatan untuk terus maju dan pantang menyerah.
The picture was taken from Google Images with Key : Hari Kartini.



0 komentar:
Posting Komentar