liburan memang sudah di depan mata... ya aku sudah bisa merasakan dan menggapainya, sampai aku kekurangan kegiatan dan berangan-angan apa yang harus aku lakukan ketika liburan. Yang ada di otakku sekarang adalah liburnya panjang yah... kepanjangen. Padahal sebelum-sebelumnya aku mengharapkan dan selalu menanti momen-momen bernama liburan. Dan yah... seperti layaknya orang yang jatuh cinta dan cintanya belum tergapai, liburan itu penghalang... apalagi kalau perbedaan kotanya lebih dari 500 km sendiri. Sehari saja bisa seperti sebulan, lama menanti, lama menunggu. Seperti orang yang sedang antri mandi di sebuah asrama haji, semenit aja berasa sejam. Itulah konsekuensi orang menunggu.
Dan salah satu korban orang penunggu itu adalah aku. Ya, aku, seorang gadis yang sedang mengalami masa pertumbuhannya untuk selalu berjuang menggapai masa depan yang lebih cerah dari masa lalunya. Menunggu dia mungkin sudah sering kulakukan, tapi menunggu yang kali ini entah mengapa terasa sangat berat bagiku. Apa karena aku semakin dekat dengannya? Sebenernya nggak juga, biasa aja, justru semenjak para Final "Hell" project ini aku udah nggak ada contact sama sekali dengannya.
Sebenernya (lagi) ketikan dan rangkaian kata ini hanyalah media curahanku nggak mau pisah sama dia. Sekranag aja aku udah kangen banget padahal besok dia berangkat, dan temennya minta aku anterin mereka. Aih, aih, kalo aku bisa nyetir sih aku anterin beneran... tapi, kondisi tidak memungkinkan mungkin semester depan kali ya... Amiiin :)
Emm, kayaknya aku nggak penting, emang... lagi alay lebay menghilangkan kegundahan hati. Oke, aku tutup kata pengantar ini dengan salam karena belum dibuka dengan salam.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
L.N


0 komentar:
Posting Komentar