Pada hari Kamis, 24 November 2011, seperti biasa saya mengikuti mata kuliah KI yang berlokasi outdoor di Garden SI. Mata kuliah KI outdoor ini memang menghadirkan kuliah dalam bentuk game-game menarik yang tidak membosankan. Bahkan cara pembentukan tugas reviewnya pun tidak membosankan, harus tertata dan didesain menggunakan corel draw. Begitu kreatif dan inovatif, itulah mahasiswa SI.
Oke, kembali ke apa yang terjadi pada hari Kamis 24 November 2011, salah satu game yang menarik hati saya pada saat itu adalah game bernama J Window. Game apaan sih nih? Ngapain aja tuh? Ah, paling cuma game biasa. Sayang sekali, J Window bukanlah game biasa. Pertanyaan-pertanyaan tentang macam game ini juga selalu mengiang di kepala saya, namun yaaah setelah melewatinya saya merasa game ini WOW! How can it be so WOW?
![]() |
| Sumber : 10036ms.blogspot.com |
J Window adalah game dimana kita diminta untuk menuliskan hal-hal tentang diri
kita, namun hal-hal dikelompokkan dalam 4 kategori, yaitu :
1. Open Area, dalam open area ini kita menulis hal tentang kita dimana kita dan orang lain tahu.
2. Blind Area, dalam blind area ini kita menulis hal tentang diri kita dimana orang lain tahu, namun kita tidak tahu.
3. Hidden Area, dalam Hidden area ini kita menuliskan hal tentang kita yang hanya kita sendiri yang tahu.
4. Unknown Area, adalah area dimana orang lain dan diri kita sendiri tidak tahu. Dalam Unknown Area ini dituliskan harapan kita untuk kedepannya.
Konsep yang digunakan dalam J Window ini adalah konsep dari jendela Johari yang telah saya pelajari tidak hanya di mata kuliah KI namun juga saat pelatihan LKMM Pra TD. Dari permainan J Window ini saya lebih mengenal diri saya, baik dari sudut pandang saya maupun dari sudut pandang orang lain. Memang, apa yang dikatakan orang lain kadang membuat pertanyaan muncul di kepala saya. Saya tidak menduga orang lain akan mengkomen saya orangnya seperti ini, padahal menurut saya, saya bukan orang yang seperti itu.
J Window juga membuka mata saya dan teman-teman yang lain untuk lebih memperhatikan dirinya sendiri dan mengoreksi dirinya sendiri. Dari game ini saya lebih intropeksi diri. Begitu banyak komentar yang dikatakan teman-teman untuk saya, dari yang pendiam, baik sampai mereka mengatakan saya anaknya polos. Yah, memang semua yang menurut kita, selamanya bukan menjadi kita. Namun, semua yang menurut kita bukan kita, kadang malah menjadi kita sendiri. Itulah yang membuat saya menyukai game J Window ini.
![]() |
| Suasana ketika mengisi Jendela Johari |





0 komentar:
Posting Komentar